Tips Sehat Menggunakan Pembalut yang Tepat Saat Sedang Menstruasi

Merk pembalut yang aman Alodokter seperti apa? Sering kali banyak diantara wanita yang menyepelekan pemilihan pembalut yang dipakai ketika sedang haid. Padahal resikonya sangat berbahaya, salah dalam menggunakan pembalut ini bisa menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan, mulai diantaranya reaksi alergi, iritasi, sampai dengan memicu penyakit-penyakit berbahaya layaknya kanker. Untuk itu sekarang ini jangan asal lagi di dalam memilihnya cari yang sudah teruji aman layaknya Laurier.

Tidak hanya dari segi pemilihan merk saja, melainkan sebagai wanita hendaknya Anda juga harus tahu cara yang tepat atau sehat di dalam menggunakan pembalut tersebut, seperti diantaranya adalah:

pms

1.Gantilah pembalut secara rutin, paling tidak adalah 3 hingga 4 jam sekali, apalagi dalam kondisi sedang deras-derasnya, biasanya terjadi pada hari pertama haid. Pentingnya melakukan pergantian pembalut secara rutin ini sebenarnya bukan tanpa alasan, melainkan untuk cegah terjadinya perkembangbiakan bakteri dan juga jamur pada saat kondisi yang lembab di area tersebut.
2.Bersihkan area kewanitaan pada saat mengganti pembalut dengan yang baru, jangan asal langsung ganti, tak kalah penting adalah dengan mencuci area kewanitaan tersebut. Hal ini dimaksudkan jikapun ada bakteri atau jamur yang menempel maka tidak akan terbawa pada saat pemakaian pembalut baru.
3.Gunakan pembalut dalam kondisi area kewanitaan yang kering atau tidak lembab, sehingga jika seandainya Anda baru saja buang air kecil, maka sebaiknya segera ganti juga pembalut dengan yang baru. karena ketika kondisinya lembab maka akan memicu pertumbuhan jamur dan juga bakteri secara lebih cepat, kurang bagus bagi kesehatan.

Jika mulai dirasakan gejala layaknya iritasi, segera konsultasikan dengan dokter dan ganti pembalut Anda dengan yang baru dan lebih sehat. Ada banyak sekali resiko masalah yang bisa terjadi pada wanita yang menstruasi, seperti nyeri yang tidak tertahankan karena penebalan dinding rahim 2 cm. Kondisi yang tentunya tidak boleh diremehkan, karena bisa mempengaruhi kesuburan.